Wajah Bulan

pengemis kecil memicingkan mata
perutnya lapar, badannya kumal, kakinya penuh luka
di tepi selokan ia panjat mimpi
terbang ke bulan bersama peri
mengganti kawah kelinci dan nenek pemintal benang
dengan kerut wajah ibu dan senyum yang tak kunjung datang

 

Kuala Lumpur, 29 Agustus 2008

Oleh: Indah Irianita Putri
Angkatan AnNahl Juli 2003

diambil dari http://indahip.blogspot.com