GBPO
Ketetapan Musleng 2007 YISC Al-Azhar
No : 09/ML/YISC/2007
GARIS-GARIS BESAR PERJUANGAN ORGANISASI
YOUTH ISLAMIC STUDY CLUB (YISC) AL-AZHAR
2008-2009
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pengertian
Garis-garis Besar Perjuangan Organisasi (GBPO) merupakan serangkaian rencana perjuangan yang menyeluruh, terarah, terpadu dan mewujudkan tujuan organisasi.
B. Tujuan
Tujuan ditetapkannya GBPO adalah untuk memberikan arah bagi organisasi dalam jangka waktu tertentu.
C. Landasan
GBPO disusun berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah secara idiil serta Kaidah Dasar dan Kaidah Rumah Tangga YISC secara konstitusional.
D. Sistematika GBPO
Untuk memberikan gambaran rencana perjuangan yang diinginkan, maka GBPO disusun dan dijabarkan secara sistematis sebagai berikut;
- Pendahuluan
- Pola Dasar Perjuangan YISC
- Pola Program Kerja YISC periode 2008-2009
E. Pelaksanaan
- GBPO ditetapkan oleh Musyawarah Lengkap, untuk dilaksanakan oleh pengurus YISC. Dalam pelaksanaannya, GBPO dituangkan dalam bentuk program, peraturan dan atau kebijakan-kebijakan pengurus yang teratur, terencana, bertahap, terukur dan konsisten
- GBPO dapat ditinjau kembali tiap 2 tahun sekali untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman
BAB II
POLA DASAR PERJUANGAN YISC
A. Visi Organisasi
Visi dari YISC Al-Azhar adalah “Menjadi komunitas belajar yang berakhlakul Karimah dengan berlandaskan Al-Qur'an dan Sunah”.
B. Misi dan Motivasi Perjuangan
Berdasarkan pokok pikiran yang terkandung dalam perjuangan YISC, maka ditetapkan 3 (tiga) misi utama perjuangan YISC, yaitu: da’a ilallah, ‘amila shalihan, innani minal muslimin (QS. Fussilat: 33) dan 3 (tiga) motivasi perjuangan, yaitu: memakmurkan mesjid-mesjid Allah (QS. At-Taubah: 18), menegakkan persatuan dalam agama Allah (QS. Ali Imran: 103) dan berjuang menuju keridhaan Allah SWT (QS. Al-Ankabut: 69).
C. Tujuan Perjuangan YISC
Perjuangan YISC bertujuan terwujudnya Generasi Muda yang mempunyai keseimbangan Jasmani dan Rohani, bertanggung jawab dan dapat mempertahankan serta memperjuangkan nilai-nilai Islam.
D. Azas-azas Perjuangan YISC
- Azas Manfaat, ialah bahwa segala usaha dan perjuangan harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi peningkatan dan pengembangan pribadi generasi muda Islam
- Azas Satu Tubuh, ialah bahwa usaha mencapai tujuan yang menjadi cita-cita YISC harus merupakan usaha bersama yang melibatkan potensi seluruh civitas YISC dan dijiwai semangat persaudaraan
- Azas Musyawarah, ialah bahwa segala sesuatu bentuk pengambilan keputusan, penetapan kebijakan dan atau penyelesaian masalah yang dihadapi dalam mencapai tujuan perjuangan YISC haruslah sedapat mungkin menempuh jalan musyawarah untuk mufakat.
- Azas Percaya Diri, ialah bahwa perjuangan YISC harus didasari pada rasa percaya akan kemampuan diri sendiri serta bersendikan kepribadian muslim. Dengan rasa percaya diri yang kuat diharapkan YISC akan tetap mampu menjadi organisasi yang mandiri
- Azas Kepeloporan, ialah bahwa usaha dan kegiatan perjuangan YISC senantiasa terbuka terhadap kemungkinan untuk melakukan pengembangan yang bersifat kreatif dan inovatif, sehingga mampu menjadi pelopor bagi organisasi-organisasi pemuda mesjid lainnya.
- Azas Kesinambungan, ialah bahwa pengembangan, usaha dan kegiatan-kegiatan YISC hendaknya tertuang dalam pola program kerja yang berkesinambungan sehingga tercermin konsistensi perjuangan YISC dalam berusaha mencapai tujuannya.
- Azas Keterbukaan, ialah bahwa setiap kegiatan dan usaha yang dilakukan oleh YISC haruslah dilandasi oleh semangat keterbukaan
- Azas Independensi, ialah bahwa perjuangan YISC didasari oleh ketidakberpihakan pada salah satu partai politik, aliran keagamaa, kesukuan dan atau golongan tertentu
E. Arah Perjuangan
- Memberikan sumbangan nyata untuk kemajuan Islam, bangsa dan negara dengan tetap menjaga sikap berakhlakul karimah, mandiri, rasional dan kritis
- Menciptakan iklim yang kondusif untuk mengembangkan potensi civitas YISC sesuai landasan dan visi organisasi
- Meningkatkan ukhuwah islamiyah, wathaniyah, insaniyah sesama civitas YISC pada khususnya dan umat manusia pada umumnya
F. Modal Dasar Perjuangan
Modal dasar perjuangan YISC berupa;
- Iman dan taqwa yang merupakan tenaga sebagai penggerak yang tak ternilai
- Sejarah dan Nama besar Al-Azhar
- Keanggotaan yang heterogen adalah merupakan modal perjuangan yang besar bagi usaha-usaha perjuangan di segala bidang
- Potensi sumber daya manusia umat Islam yang sangat besar khusunya pemuda yang memerlukan pembinaan dan pengarahan terarah sehingga menjadi produktif
- Persatuan dan kebersamaan antar civitas YISC
Wawasan dalam mencapai Tujuan
1. Wawasan Keislaman
Meningkatkan pemahaman dan pengamalan umat terhadap ajaran Islam secara utuh dan menyeluruh, untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat yang selalu berpegang teguh pada agama Allah dengan semangat Ukhuwah Islamiyah.
2. Wawasan Kecendekiaan
Meningkatkan kualitas kecendikiaan umat melalui penguasaan dan pengembangan manajemen organisasi serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Wawasan Kebangsaan
Meningkatkan nasionalisme dan rasa kebangsaan umat sebagai suatu bangsa berpenduduk muslim terbesar di dunia yang bersatu dan berdaulat dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.
4. Wawasan Kepemimpinan
Meningkatkan dan mengembangkan jati diri dan kepeminpinan umat dalam kerangka menegakkan kedaulatan rakyat agar selalu tanggap dan penuh kesadaran terhadap keadaan dan perubahan lingkungan sekeliling yang berpengaruh terhadap perikehidupan.
5. Wawasan Kesejahteraan
Meningkatkan kegiatan ekonomi kerakyatan dalam rangka menegakkan ekonomi Islam dan keadilan sosial.
6. Wawasan Keorganisasian
Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan berorganisasi.
7. Wawasan Ke-YISC-an
Mengembangkan pengetahuan serta pemahaman tentang YISC sehingga menumbuhkan rasa memiliki terhadap YISC.
BAB III
POLA PROGRAM KERJA YISC
PERIODE 2008-2009
Berdasarkan Pola Dasar Perjuangan YISC disusunlah program YISC sebagai landasan operasional dalam melaksanakan program kerja organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
1. Dasar Penyusunan Program
Penyusunan program kerja pada setiap periode kepengurusan haruslah mengacu kepada Kaidah Dasar dan Kaidah Dasar Rumah Tangga sebagai Landasan Konstitusional, GBPO sebagai Landasan Operasional, dan memperhatikan kondisi obyektif dan aspirasi yang berkembang.
2. Kultur Organisasi
Untuk mewujudkan ”Visi YISC Al-Azhar” sebagai amanah yang dijalankan dalam periode 2008-2009, maka perlu dikembangkan sikap: moderat, kritis, egaliter, istiqomah dan berjiwa sosial oleh civitas sebagai kultur organisasi YISC
3. Arah Kebijakan Program
Untuk mewujudkan Visi dan kultur organisasi, ada beberapa kebijakan atau strategi yang perlu dikembangkan, yakni:
1. Pendidikan
YISC perlu mengembangkan suatu sistem pendidikan yang mendukung terbentuknya kultur organisasi tersebut. Pendidikan yang dikembangkan YISC adalah suatu pendidikan yang dapat membebaskan manusia dari segala bentuk belenggu. Oleh karena itu, ada beberapa strategi yang perlu dikembangkan, yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistem pendidikan di YISC, yaitu :
Pertama, Mengembangkan metode pendidikan orang dewasa (andragogi) yang lebih menempatkan civitas sebagai subyek yang turut secara aktif dalam proses belajar tersebut dan yang tidak mendoktrin.
Kedua, Pendalaman pengetahuan dan kesadaran Islami, yang bertolak dari Al-Qur’an dan Sunnah serta teks-teks formal keagamaan serta tradisi pemikiran Islam
Ketiga, pengenalan yang lebih mendalam terhadap sejarah dan realitas kehidupan bangsa. Pengenalan ini tidaklah berhenti pada tahap kognitif, tetapi lebih jauh pada identifikasi yang makin akrab dengan denyut kehidupan bangsa.
Keempat, disamping kesadaran normative, kemampuan menangkap realitas secara objektif diperlukan juga. Masa depan umat sangat terletak juga pada kemampuan untuk mempertentangkan dan mempertemukan secara kreatif dunia nilai dan kognitif, yang ditemukan dalam teks-teks keagamaan dengan dunia konteks sosial. Dari sinilah segala corak tajdid, ihya, dan ikhlas harus mewujudkan dirinya.
Kelima, peningkatan kualitas berfikir sebagai makhluk Allah yang khas dan memiliki kelebihan pada akalnya, hal ini dapat ditingkatkan melalui pengembangan budaya membaca.
2. Keputrian
Keputrian adalah sarana belajar para muslimah dalam pembentukan pribadi yang tangguh dan mandiri guna meningkatkan peranan muslimah dalam keluarga, organisasi dan masyarakat agar mendapatkan pembekalan khusus bagi muslimah yang merupakan elemen penting dalam melahirkan dan mencetak generasi Islam di masa depan.
3. Kajian
Sebagai Wujud pengembangan Study Club, bentuk kegiatan Kajian baik internal maupun ekternal yang dikembangkan melalui konsep pengembangkan wawasan dengan landasan Al-Qur’an dan Sunah.
Kajian Internal perlu dilaksanakan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil, dengan pembahasan dari berbagai hal sesuai dengan minat kelompok . Hal ini dengan sendirinya akan mendorong civitas untuk rajin membaca.
Sedangkan kajian yang melibatkan pihak luar merupakan wahana kajian civitas YISC maupun masyarakat umum yang diselenggarakan oleh civitas YISC.
Civitas YISC diharapkan nantinya bukan hanya menjadi peserta aktif melainkan juga menjadi pembicara dalam berbagai forum diskusi dan kajian.
4. Pengabdian Sosial Kemasyarakatan
YISC juga dapat mengembangkan berbagai program pengabdian masyarakat dan lainnya, dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas dan sumber daya yang ada, serta tidak bertentangan dengan visi dan misi organisasi.
5. Hubungan Masyarakat
Sebagai wujud dalam membangun dan menjaga semangat Ukhuwah Islamiyah dalam organisasi maupun masyarakat diperlukan komunikasi baik dan informasi yang up to date.
Komunikasi internal berfungsi dalam hal sosialisasi informasi dan kegiatan sehingga civitas senantiasa mengetahui perkembangan organisasi.
Komunikasi eksternal berfungi untuk konsolidasi, kerja sama dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan organisasi lain.
Penerbitan merupakan wadah bagi civitas menumbuhkan semangat dan mengembangkan kemampuan menulis, jurnalistik dan photografi. Perwujudan konkrit media komunitas yang menjembatani komunikasi dan informasi antar civitas YISC.
6. Perbendaharaan
Untuk menopang program kerja organisasi baik eksternal maupun internal perlu diwujudkan sistem keuangan yang sehat dan profesional.
Keuangan Organisasi, Merupakan wujud dari pengelolaan keuangan untuk mendanai program kerja dan keorganisasi.
Dana Umat, Merupakan wujud kepekaan sosial dengan cara memberikan kesempatan kepada civitas dan masyarakat untuk senantiasa berkontribusi dalam penggalangan dana-dana sosial.
Penggalangan Dana Organisasi, Mengembangkan dan meningkatkan sistem pencarian sumber-sumber dana untuk menopang kegiatan organisasi
7. Konsolidasi Organisasi
” Sesungguhya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti sesuatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash-Shaff/61:14)
a. Keanggotaan
Pengelolaan sistem keanggotaan dapat dipertanggungjawabkan untuk asset organisasi.
b. Administrasi
Administrasi dijalankan dengan tertib dan legal menurut suatu aturan administrasi baku yang ditetapkan bersama.
c. Manajemen
Pembenahan dalam manajemen perlu terus dilakukan, karena manajemen yang baik akan lebih memudahkan dalam perputaran roda organisasi.
d. Keuangan
Untuk menopang program-program eksternal dan internal perlu dirintis dan dikembangkan usaha-usaha yang dapat menghasilkan dana,sehingga dapat menumbuhkan kemandirian organisasi. Perlu dibangun sistem keuangan yang dapat dipertanggung jawabkan secara periodik melalui proses audit.
e. Sinergi Program
Mensinergikan program-program antar bidang, departemen dan lembaga.
f. Kedewasaan Berorganisasi
Berfikir dan bersikap dewasa dalam civitas organisasi yang heterogen, maka diperlukan sikap kedewasaan dalam berorganisasi, sehingga dapat mengeleminasi benturan-benturan yang mungkin timbul.
g. Hubungan dengan Organisasi lain
Pada dasarnya, tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri. Demikian juga organisasi, pada dasarnya ia tidak dapat hidup dan berkembang dengan layak tanpa berhubungan dengan organisasi lainnya. Oleh karena itu, YISC harus dapat menjalin hubungan dan kerja sama dengan organisasi lainnya, terutama yang sesuai dengan visi dan misi organisasi.
8. Pemanfaatan dan Pengembangan Teknologi Informasi
YISC perlu memanfaatkan dan mengembangkan teknologi informasi untuk mendukung dan mensosialisasikan berbagai program dan kegiatan YISC sesuai dengan visi dan misi organisasi.
Melalui sistem teknologi informasi tersebut, berbagai wacana yang berkembang, baik dalam lingkup YISC maupun yang tengah berkembang di masyarakat, dapat tersosialisasikan dengan baik kepada civitas dan Masyarakat umum.
9. Penggalangan potensi civitas YISC
Mengingat potensi civitas YISC sangat beragam dan dapat dimanfaatkan untuk kepentigan organisasi, maka YISC perlu mengakomodasi dan mensinergikan potensi civitasnya dalam mengembangkan organisasi.



















