Taaruf ... apakah merupakan proses yang sudah benar untuk menikah ?
Bismillah,
Puja dan Puji syukur atas kehadirat Alloh swt, ana bisa nulis di web ini.
Sholawat dan salam untuk baginda Nabi besar Muhammad saw atas Teladan beliaulah, ana bersemangat nulis di web ini.
Taaruf,
tidak sanggup ana menjelaskan dengan baik. karena ana belum menguasai dan menjalaninya dengan baik.
tetapi besar harapan ana untuk bisa mendapat pengalaman dan ilmu dari yang sudah menjalaninya. 
Kemarin sempet diskusi sebentar dengan ustad di yisc. bahwa, klo taaruf itu yha harus paham dulu dan mengerti konsep tujuannya
.
Adakah yang bersedia berbagi pengalaman,
bukan tidak mau membaca teori tentang Taaruf yha, ana dah baca berkali-kali ...
. jadi malu ...
lebih baik jika kita saling share pengalaman aja ...
Ana ada cerita, dulu temen ana, niatnya sech taaruf ...
tetapi setelah sekian lama tergilas oleh waktu, akhirnya seperti pacaran juga
.
Alhamdullillah beliau dah menikah dengan gadis itu.
Ditunggu yha tanggapannya ...
Sorry bro ...
thradnya dipindahin ke masalah konemporer soalnya tadi ada di petunjuk & aturan ...
selamat berdiskusi
Dari aktifis YISC sepertinya banyak yang udah mempraktekan tuh. Dibagi dong ilmunya 
No comment...

Serahkan pada Ahlinya...
Sok atuh... yang sudah menjalankan 1/2 Dien...
coz an@ baru 1/3 nye
"SELAMAT BERDISKUSI"
bagi saya taaruf merupakan proses yang benar namun implementasinya yang sulit dan dari manusianya terkadang masih belum siap dan paham secara keselurauhan ...
gmana yah... 
Ta'aruf itu artinya mengenali..
Jadi ta'aruf adalah sebuah upaya untuk mengenal orang lain. Gak hanya org menikah saja yang ta'aruf, orang baru bergabung di YISC harus ta'aruf dengan YISC.
Nah kalo dalam konteks menuju pernikahan, ta'aruf HARUS dilakukan, supaya tidak terjadi beli kucing dalam karung. Hanya saja proses ta'arufnya harus dibatasi oleh syari'ah, supaya tidak terjebak dalam proses pacaran.
Ta'aruf tidak harus berjalan formal dan kaku. Bisa dilakukan dengan cara non formal, misalnya dalam aktifitas kegiatan organisasi. Bisa juga dengan cara formal, yakni setelah kita mendapatkan info yang cukup dan ternyata semakin banyak yang match, sehingga ada tanda2 keyakinan didalam hati. Maka diperlukanlah info lebih jauh, untuk itulah diadakan acara ta'aruf yang formal, yakni dengan bersilaturrahim ke rumanya.
Tapi jangan Ge eR dulu, silaturrahim dalam rangka ta'aruf bukanlah sebuah kepastian, melainkan asih sebuah proses mengumpulkan informasi dan meyakinkan diri tentang calon pasangan hidup.
Ta'aruf harus dibedakan dengan khitbah alias meminang/lamar. Nah kalo yang ini harus dilakukkan dengan formal dan sungguh2. Bukan sambil becanda atau main-main.
Setelah kita merasa cukup mendapat informasi dan hati menjadi tambah yakin danmerasa tertambat padanya (ehm ehm), jangan lupa sholat istikhoroh untuk menambah keyakinan thd pilihan hati dan sebagai do'a agar Allah SWT meluruskan dan memperbaiki pilihan kita itu.
Habis itu.. udah lamar buruan.. ngapain di tunda-tunda...
assalamu'alaikum....
waaah, manurutku penjelasan mas qudrat udah cukup jelas, tapi aku sepakat ama mas axe. ta'aruf tuh sekedar teori, pengimplementasiannya sulit. terus gimana solusi problem ta'aruf yang buntutnya kaya' orang pacaran???
Belum adakah yang sudah menjalani Taaruf hingga akhirnya sampai ke pelaminan????
share dunk pengalamannya... 
seharusnya thread ini ramai, coz judulnya eye catching banged tue.. tul ga?? hehehehe...





















Taaruf yah .... waduh bahasan berat ini mah
sok atuh yang udah berpengalaman sharing-sharing disini (heheh maap bro nggak menjawab pertanyaan
)