Tatkala..Episode 1 (Sebuah jati diri dalam nafas,cinta dan tauhid-Sang penyanjung cinta)

Tatkala..
Kecantikan tersobek luka,ketampanan terbesit kerut usia
Masihkah kau memilihku..
Tatkala..
Hijab hanya jadi hiasan kepala dan wajah,
Sorban dan sarung hanya jadi trend remaja
Masihkah kau memilihku..
Saat ini aku terngiang akan ucapmu lembut dahulu
Kau bisikan penuh arti,seolah kaulah yang lebih dariku
Seakan-akan aku hanyalah pemuja setiamu diantara barisan pemujamu yang lain
Yang ku tau mereka penuh harap padamu
Berharap senyummu yang dapat membangkitkan ego mereka.
Tatkala..
Pikiranku terbuka oleh ucapmu
Yang menggemparkan isi kepalaku,meluluhlantahkan otakku
Ternyata angkuhlah dirimu
Seakan-akan akulah pemujamu
Yang dapat memalukan pribadimu
Memalukan penampilanmu
Memalukan prinsipmu
Kala menetap disampingmu.
Tatkala..
Kau menghinaku dalam samarmu
Walau ku belum tau arti..
Tatkala..
Tersadarku bahwa egokulah yang melemahkanku
Melemahkan keteguhanku,bahkan parah sangat

Tatkala..
Ku tersungkur sepi,terjerembab dalam peluh hampa
Hingga tak sadarku ada ‘mata lain’ memperhatikanku
Memperhatikan imanku.
Tatkala..
Kucoba bangkit berdiri,walau egoku sendiri tak lagi sudi menatapku
Hingga ku terjatuh kembali dalam lubang hitam tak bertepi
Tak bertepi.
Tatkala..
Airmataku berubah jadi temanku
Ia yang menyadarkanku,mencoba merangkulku,memapahku
Walau beda zatku dengannya
Tapi dengan begitu aku jadi tau
Berharga benar temanku kini.
Tatkala..
Tuhan memanggilku dalam semayam doaku
Firman-Nya menjadikanku berteman erat dengan-Nya
Dan dengan airmataku pula aku jadi seorang yang beda
Bedaku sebelumnya.

To be Continued Last Episode...
Karya Rio EL Aira-Sang Penyanjung Cinta




















