Tatkala..Ending Episode (Dalam Tasbih,Takbir dan tahmid dalam Jiwa yang baru-sang Penyanjung Cinta)

Tatkala..
Lagi kubangkit berdiri dengan imanku,mencoba tersenyum lirih
Dengan hidup baruku,yang dihiasi sholawatku,dzikirku
Dan tentu pula airmataku yang senantiasa memelukku
Tatkala..
Hidupku hanya pengemis,pengemis sedekah cinta Tuhanku
Yang harus takut tak kebagian tempat dengan pengemis lain
Walau ku tau pasti sedekah-Nya cukup berlebihan dibagi denganku
Dan semua pengemis lainnya di dunia.
Tatkala..
Ku coba berlari,menatap dunia angkuh
Yang sebagian pengemis lain menghambanya
Memuja hartanya,lebih takut dengannya dibangding Tuhannya
Tatkala..
Aku kini berani bersuara,lantang sekali
Aku bangga karena Tuhanku dan airmataku disampingku
Kan kusampaikan pesan Tuhanku dan airmataku
Pada dunia yang angkuh.

Tatkala..
Pesan Tuhanku kegemakan dalam seling takbirku
Allahu akbar..Hai jiwa-jiwa yang bernafas
Apalagi yang kalian sombongkan selama Aku (Allah)
Beri kalian nafas,pakaian serta makanan
Kepintaran kalian,kecantikan atau ketampanan kalian
Tak akan mengubah pandangan-Ku (Allah)
Selama Ku (Allah) belum menemukan keikhlasan kalian
Dalam bersedekah,sujud,dan menangisi dosa kalian.
Tatkala..
Kusampaikan pesan airmataku pada airmata yang lain
Hai zat yang mengalir,temanilah hamba-hamba yang rindu berdzikir
Bertasbih cinta dengan Tuhannya
Dan hamba-hamba yang merasa gelisah dan takut
Jika Tuhannya tidak membalas amal sholeh mereka
Tatkala..
Pesanku kusampaikan pada tuhanku
Yaa Rooby..jadikanlah aku sekelompok ummat
Yang mencintai ummatmu hanya sekedarnya
Sehingga menjadikanku jauh lebih dalam mencintai-Mu dalam hela nafasku
Libatkan aku dalam percintaan suci-Mu yang termanis
Jadikanlah setiap rasa sakitku sebagai penawar dosaku pada-Mu
Sehingga menjadikanku hamba yang ikhlas tuk syahid dalam cinta-Mu
Yaa..Robby,sesungguhnya Engkaulah yang maha membolak-balikkan hatiku
Dalam percintaan dengan hamba-Mu yang lain
Tapi hamba memohon jangan kau bolak-balikkan hati hamba tuk ragu mencintai-Mu
Mencintai Dzat terkasih (yaa Rohman)
Yang tak kan pernah menyakitiku,selalu dekat denganku,bahkan lebih dekat
Dari nyawa yang melekat dalam ragaku

(Maha karya “sang penyanjung cinta)



















